banner 728x250

Film Waru Siap Tayang 12 Februari, Angkat Mitos Pohon dan Konflik Keluarga

banner 120x600
banner 468x60

Magetan — Film horor-drama Waru siap menyapa penonton bioskop Tanah Air mulai 12 Februari 2026. Film yang disutradarai Chiska Doppert ini mengangkat kisah mitos pohon waru yang dibalut konflik emosional sebuah keluarga.

Produser menyebut proses syuting Waru dilakukan selama 16 hari di sejumlah lokasi, mulai dari Bogor, Sukabumi, Solo, hingga Boyolali, Jawa Tengah.

banner 336x280

Syuting dilakukan di tiga wilayah utama. Lokasi-lokasi ini dipilih untuk mendukung suasana cerita yang kuat, terutama yang berkaitan dengan mitos pohon waru,” ujar pihak produksi saat gala premiere di XXI Epicentrum, Jakarta, Kamis (6/2).

Film Waru bercerita tentang seorang ibu dengan empat anak yang terjebak konflik batin dan trauma masa lalu.

Cerita berkembang dengan pendekatan dramatis, tidak semata mengandalkan efek visual, melainkan penekanan pada emosi dan relasi antar karakter.
Mitos pohon waru kami jadikan sebagai simbol.

Pohon ini bukan sekadar latar, tapi seolah hidup dan memiliki peran dalam cerita. Kami tidak terlalu mengeksploitasi sosok hantu, melainkan membangun ketegangan lewat suasana,” kata sang sutradara.

Waru merupakan film adaptasi novel, dengan sejumlah penyesuaian cerita. Produser menjelaskan, sekitar 60 persen alur cerita mengalami perubahan dari versi novel untuk menyesuaikan dengan kebutuhan sinematik.

Di novel ada nuansa politik, tapi untuk film kami fokus pada drama keluarga dan horor psikologis,” ujarnya.
Film ini dibintangi oleh Bella Graceva, Zikri Daulay, Jinan Safa, Josiah Hogan, Sharifa Husna, Sean Mikhail, Yati Surachman, dan Dewi Amanda.

Selain tayang di Indonesia, Waru juga direncanakan diputar di sejumlah negara, seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Kamboja, dan Vietnam, setelah masa penayangan domestik.

Kami ingin film ini dinikmati dulu oleh penonton Indonesia. Distribusi internasional akan menyusul setelah Lebaran,” kata produser.
Gala premiere Waru berlangsung meriah dan dihadiri para pemain, kru film, sineas, serta tokoh masyarakat setempat. Pihak produksi berharap film ini dapat meraih jutaan penonton dan memberi warna baru bagi perfilman horor Indonesia.

banner 336x280