Jakarta – SATU NASIONAL.COM –Komika Ge Pamungkas angkat bicara terkait polemik pernyataan rekannya sesama pelawak, Panji Pragiwaksono, yang menjadi sorotan publik dan berujung pada pemanggilan di Polda Metro Jaya.
Ge menilai materi yang disampaikan di atas panggung stand up comedy pada dasarnya kembali pada sudut pandang dan standar masing-masing penonton.
Bagus atau tidaknya tergantung standar masing-masing. Ada yang bilang tidak sesuai, ada juga yang merasa itu sesuai. Itu kembali lagi ke masing-masing,” ujar Ge saat ditemui awak media.
Ia menegaskan bahwa konteks komedi di atas panggung kerap menggunakan gaya satire dan analogi, termasuk ketika menyinggung isu-isu publik maupun pejabat negara. Namun, menurutnya, respons publik terhadap materi komedi juga merupakan hal yang wajar dalam ruang demokrasi.
Polemik mencuat setelah Panji menyampaikan materi yang menyinggung isu politik dan pejabat publik dalam salah satu penampilannya. Materi tersebut kemudian diperdebatkan di media sosial hingga berujung laporan dan pemanggilan klarifikasi oleh kepolisian.
Terkait hal itu, Ge mengaku tetap menjalin komunikasi dengan Panji. Namun ia menyebut Panji saat ini lebih banyak berada di luar negeri.
Komunikasi masih. Dia sekarang lebih banyak di New York. Kalau ke Indonesia untuk stand up lagi, saya belum tahu,” katanya.
Ge juga menekankan bahwa komika memiliki gaya dan batasan masing-masing dalam menyampaikan materi. Ia menyebut perdebatan soal batas humor bukan hal baru dalam dunia stand up comedy.
Sementara itu, hingga kini belum ada pernyataan terbaru dari Panji terkait perkembangan kasus tersebut.
Polisi sebelumnya menyatakan pemanggilan dilakukan untuk klarifikasi atas laporan yang masuk.
Perdebatan mengenai batas kebebasan berekspresi dalam komedi kembali mencuat, terutama ketika materi menyentuh isu politik dan pejabat publik.



















