banner 728x250
HUKUM, NEWS  

Audiensi Komisi Percepatan Reformasi Polri dan Gerakan Nurani Bangsa: Momentum Perkuat Profesionalisme dan Integritas Polri

banner 120x600
banner 468x60

Jakarta, satunasional –  Sejumlah tokoh nasional dari berbagai latar belakang menghadiri audiensi antara Komisi Percepatan Reformasi Polri dengan Gerakan Nurani Bangsa (GNB) yang digelar di STIK-PTIK Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan, Kamis (13/11/2025).

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Komisi untuk menjaring aspirasi masyarakat dan para pemuka bangsa dalam memperkuat lembaga Polri agar semakin profesional, transparan, dan berintegritas.

banner 336x280

Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri, Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut merupakan ajang penting untuk menampung pandangan dan masukan dari GNB, yang sejak awal dikenal sebagai salah satu pihak pertama yang menyuarakan gagasan reformasi menyeluruh kepada Presiden.

Pertemuan ini memberikan banyak masukan berharga, tidak hanya yang bersifat teknis, tapi juga filosofis dalam rangka memperbaiki sistem kepolisian,” ujar Jimly.

Ia menegaskan, salah satu fokus utama komisi adalah menjaga Polri dari intervensi politik dan kepentingan bisnis, agar kepercayaan publik dapat dibangun kembali melalui integritas dan profesionalisme aparat.

Sementara itu, pimpinan Gerakan Nurani Bangsa, Dr. (H.C.) Dra. Hj. Sinta Nuriyah Wahid, menekankan pentingnya posisi Polri sebagai pelindung rakyat dan penjaga kedaulatan bangsa.

Kepolisian dibutuhkan untuk menjaga kedaulatan siklis negara, bukan untuk melukai rakyat. Hal ini hanya bisa terwujud melalui penyelenggaraan negara yang berkeadilan dan berpihak pada rakyat,” ujarnya.

Dari perspektif hukum, Prof. Dr. Otto Hasibuan menyebut pembentukan Komisi Percepatan Reformasi Polri sebagai langkah bersejarah yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Ia menilai keputusan Presiden membentuk komisi ini sebagai “keputusan emas” yang membuka peluang besar bagi pembenahan menyeluruh institusi kepolisian.

Kami membuka diri untuk semua pihak memberikan kontribusi positif. Reformasi ini tidak hanya tentang masalah, tapi juga tentang solusi,” tutur Otto.

Menurutnya, salah satu fokus komisi adalah menggali akar penyebab mengapa kepercayaan publik terhadap Polri belum sepenuhnya pulih, serta mencari solusi sistemik untuk memperbaikinya.

Menutup pertemuan, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan apresiasinya atas dukungan dan semangat kolaboratif antara Komisi Reformasi dan Gerakan Nurani Bangsa.

Masukan masyarakat sangat penting agar Polri menjadi lembaga yang benar-benar melindungi, melayani, dan mencintai rakyat,” ujar Kapolri.

Ia menambahkan bahwa Polri siap melaksanakan setiap rekomendasi dari Komisi sebagai bagian dari upaya mewujudkan reformasi menyeluruh dan berkelanjutan di tubuh institusi kepolisian.

Pertemuan antara Komisi Percepatan Reformasi Polri dan Gerakan Nurani Bangsa ini menandai babak baru kolaborasi antara masyarakat sipil dan institusi negara. Melalui dialog yang terbuka dan konstruktif, diharapkan reformasi Polri dapat berjalan efektif, memperkuat profesionalisme aparat, serta memperkokoh kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum tersebut. (Maykal)

banner 336x280