Aceh, satunasional – Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), Mashudi, kembali melanjutkan peninjauan langsung ke sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Aceh yang terdampak banjir.
Dalam kunjungan selama dua hari berturut-turut, ia mendatangi tujuh lapas dan rutan yang mengalami kerusakan akibat tingginya curah hujan di wilayah tersebut.
“Peninjauan ini dimaksudkan untuk melakukan koordinasi pemulihan layanan dan mitigasi lanjutan agar operasional UPT Pemasyarakatan tetap berjalan optimal, sekaligus mencegah risiko lanjutan. Kami memastikan keselamatan petugas dan warga binaan serta kelancaran penanganan darurat sesuai prosedur,” ujar Mashudi saat meninjau Lapas Kuala Simpang, Senin (8/12/2025).
Terdapat tujuh lapas dan rutan yang terdampak banjir, yakni Lapas Perempuan Sigli, Lapas Lhokseumawe, Lapas Lhoksukon, Lapas Langsa, Lapas Narkotika Langsa, Lapas Kuala Simpang, dan Lapas Singkil. Sejumlah lokasi lain seperti Lapas Idi, Bener Meriah, Takengon, Blangkejeren, dan Kutacane tidak dapat diakses akibat putusnya jembatan dan jalan utama.
Mashudi menyebutkan tingkat kerusakan yang terjadi berkisar dari ringan hingga berat. Kondisi paling parah terlihat di Lapas Kuala Simpang, yang hingga saat peninjauan masih tergenang air dan lumpur, menyebabkan aktivitas kantor lumpuh total.
Ia juga menyoroti kebutuhan sarana dan prasarana yang mendesak, seperti genset, lampu darurat, perlengkapan makan-minum, pompa air, senter, hingga steamer.
Selain fasilitas lapas, Mashudi mengatakan sejumlah petugas juga terdampak banjir dengan kondisi rumah rusak berat. Dirjenpas pun menyerahkan bantuan langsung kepada para petugas, termasuk salah satu pegawai Lapas Langsa yang memiliki tiga anak dan rumahnya mengalami kerusakan parah.
“Kami berupaya memenuhi kebutuhan yang sudah diarahkan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, termasuk langkah cepat tanggap, donasi, dan bantuan material dari seluruh jajaran IMIPAS. Saya mengapresiasi semua petugas pemasyarakatan yang tetap kuat bekerja di tengah situasi sulit ini,” tegas Mashudi.
Dalam kunjungan tersebut, Mashudi turut didampingi beberapa direktur di lingkungan Ditjenpas untuk melihat langsung kondisi di lapangan agar dapat mempercepat proses pemulihan.
Ia memastikan koordinasi terus dilakukan bersama pemerintah daerah, kepolisian, PLN, TNI, dan pihak terkait lainnya.
“Sekali lagi kami mohon doa agar lapas dan rutan yang terdampak banjir dapat segera pulih dan kembali melayani masyarakat seperti semula. Doa kami juga untuk seluruh masyarakat yang terdampak banjir,” tutup Mashudi.



















