banner 728x250

Kisah Sahabat Lentik: 13 Tahun Konsisten Berbagi, Dari Patungan Pribadi hingga Rangkul Lintas Agama

banner 120x600
banner 468x60

Jakarta –  SATU NASIONAL – COM –Kebahagiaan sejati seringkali ditemukan dalam kesederhanaan berbagi. Hal inilah yang dipegang teguh oleh komunitas Sahabat Lentik, sekumpulan perempuan karier yang telah 15 tahun bersahabat dan 13 tahun konsisten menjalankan aksi sosial menyantuni anak yatim.

Ditemui dalam acara santunan terbaru, Tia, penggagas Sahabat Lentik, menceritakan awal mula terbentuknya komunitas ini. Nama “Lentik” sendiri diambil dari filosofi jari perempuan yang identik dengan keindahan dan kerja keras.

banner 336x280

Kita perempuan-perempuan, istri-istri yang punya karier, ada entrepreneur, lawyer, hingga pengusaha. Kita sering kumpul bareng, dan tercetuslah nama Lentik ini. Siapapun yang mau bergabung, mereka adalah sahabat kita,” ujar Tia kepada wartawan.
​Sistem Seleksi Ketat Lewat RT
​Berbeda dengan komunitas pada umumnya, Sahabat Lentik menerapkan sistem seleksi yang sangat ketat untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Tahun ini, mereka menyantuni sekitar 500 anak yatim.
​Tia menegaskan bahwa mereka lebih memilih mencari data langsung melalui pengurus RT setempat daripada melalui yayasan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa penerima manfaat benar-benar anak yatim yang membutuhkan.

Kita termasuk yang selektif banget. Kita datang ke RT-RT untuk minta data anak yatim agar amanah yang dititipkan donatur teramanahkan dengan baik dan benar,” tegasnya.

​Murni Sosial: Tanpa Gaji dan Lintas Agama
​Salah satu hal yang membanggakan dari komunitas ini adalah prinsip pro bono. Asti (Bendahara) dan Evi (Humas) menjelaskan bahwa tidak ada sepeser pun uang donasi yang digunakan untuk operasional panitia.

​Bahkan, biaya survei hingga tiket pesawat saat membantu korban bencana di Palu, Lombok, hingga Bekasi, ditanggung menggunakan uang pribadi anggota.

Tidak ada sepeser pun yang kita pakai. Kita tidak makan (uang donasi) sama sekali, murni diberikan kepada yang berhak,” ungkap Asti.

Menariknya lagi, Sahabat Lentik menjunjung tinggi nilai toleransi. Panitia di dalamnya terdiri dari latar belakang agama yang beragam, mulai dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, hingga Buddha. Jika ada sisa donasi, bantuan juga disalurkan ke panti asuhan non-muslim atau gereja yang membutuhkan.

Didukung Pesohor Tanah Air
​Aksi nyata Sahabat Lentik ini pun menarik simpati banyak pihak, termasuk artis Marshanda. Menurut Tia, Marshanda atau yang akrab disapa Ica, sudah dianggap seperti adik sendiri dan memiliki frekuensi yang sama dalam hal kemanusiaan.

Ica itu satu frekuensi sama kita. Setiap kali ada acara, dia langsung bilang ‘aku masuk’ tanpa pikir panjang,” tambah Tia.

​Menuju Pembentukan Yayasan
​Setelah 13 tahun bergerak secara komunitas, Sahabat Lentik kini berencana untuk meresmikan diri menjadi yayasan. Hal ini dilakukan karena besarnya kepercayaan dan permintaan dari para donatur yang kini tersebar hingga ke Eropa, Amerika, dan Australia.

Prinsipnya, kalau mau kaya ya sedekah, kalau mau kaya ya berbagi. Karena berbagi itu nggak pernah rugi,” tutup Tia dengan senyum.

banner 336x280