banner 728x250

Pemuda Inspiratif Dr. Hidayat: Dari Zona Perang, Bencana, Sampai Berjuang untuk Dunia Pendidikan

banner 120x600
banner 468x60

 

 

banner 336x280

 

 

Jakarta, SatuNasional – Sosok muda penuh inisiatif Dr. Muhamad Hidayat (35) adalah seorang dosen dan relawan kemanusiaan.

Sepak terjangnya di dunia kemanusiaan sudah tidak diragukan lagi mulai dari pengalaman di lokasi perang, konflik, dan bencana baik di lingkup nasional maupun internasional.

Dr Hidayat memiliki kepakaran dibidang komunikasi bencana dan perubahan iklim.

 

Dirinya beberapa kali mewakili Indonesia sebagai delegasi di pertemuan internasional seperti the High-Level Meeting of the General Assembly on the Midterm Review of the implementation of the Sendai Framework for Disaster Risk Reduction 2023 di UN Headquarter New York, Amerika Serikat, Asia-Pacific Ministerial Conference on Disaster Risk Reduction 2024 di Filipina, the Global Platform for Disaster Risk Reduction 2025 di Geneva, Swiss.

Siapa sangka perjalanan Dr. Hidayat dimulai dari perjuangan menjadi relawan keliling daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) di Indonesia untuk memperjuangkan pendidikan melalui Yayasan yang ia bangun bersama teman-temannya yaitu Generasi Emas Nusantara.

Kini Dr. Hidayat merupakan dosen di LSPR Institute dan menjabat sebagai Kepala Pusat Studi Krisis dan Resiliensi.

 

Ia berhasil membawa LSPR Institute meraih peringkat 1 dunia kategori krisis management di World University Rankings for Innovation (WURI Ranking) 2025 melalui program adaptasi perubahan iklim dan bencana.

Ketika muda, ia juga sebagai ketua BEM di LSPR Institute dan membuat gerakan LSPR Peduli Pendidikan program untuk mengirimkan mahasiswa/I yang berminat mengajar di daerah tertinggal.

Selama menjadi dosen, ia juga aktif menulis buku untuk berbagi pengalaman dilapangan seperti bukunya yang berjudul Komunikasi Bencana Perspektif Pembangunan Berkelanjutan dan Komunikasi Perubahan Iklim. Serta juga aktif dalam melakukan edukasi ke masyarakat terkait isu perubahan iklim dan bencana.

 

Sosok yang sangat mengagumi Bung Hatta ini selalu mengingat pesan Bapak Proklamotor yaitu Kaum Intelegensia mempunyai tanggung jawab moril terhadap usaha pembangunan negara dan masyarakat.

Sehingga sampai saat ini ketika ia menjadi seorang dosen, ia juga masih sering menjadi relawan kemanusiaan ketika dibutuhkan.

Perjalanannya menjadi seorang relawan sampai ke perbatasan Turki dan Suriah, Palestina dan Jordania, Myanmar, Thailand dan Kamboja yang dimana diantaranya negara zona yang sangat berbahaya.

 

Perjuangan Dr. Hidayat selama darurat Covid-19 juga luar biasa, ia juga membentuk Gerakan Oksigen untuk Kemanusiaan, Ambulans untuk Kemanusiaan, Disinfektan untuk Kemanusiaan dan keliling indonesia sampai ke berbagai wilayah papua menjadi pengantar bantuan kemanusiaan.

Sehingga perjuangannya selama Covid-19 mendapatkan liputan khusus program Indonesia Heroes edisi Kemerdekaan.***

banner 336x280