BANGKOK – SATU NASIONAL.COM – Inovasi teknologi pertanian karya pelajar Indonesia kembali mencuri perhatian dunia. Tim siswa berusia 15 tahun berhasil meraih Medali Emas (Gold Medal) pada ajang Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEx) 2026 yang digelar di Bangkok, Thailand, pada 5–9 Januari 2026.
Penghargaan tersebut diberikan oleh National Research Council of Thailand (NRCT) dalam rangkaian peringatan Thailand Inventors’ Day 2026. Tim pelajar Indonesia itu mengusung inovasi bernama SoilPIN, sebuah alat pendeteksi dan pemantau kesehatan tanah berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
SoilPIN merupakan alat portabel berbentuk pin yang dirancang untuk membantu petani dan peneliti memantau kondisi tanah secara cepat dan akurat. Perangkat ini dilengkapi tujuh sensor canggih yang mampu mengukur delapan parameter penting tanah dalam waktu kurang dari satu menit, mulai dari tingkat keasaman (pH), salinitas, konduktivitas listrik, kelembapan, suhu tanah, hingga kandungan nutrisi utama seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K).
Data hasil pengukuran kemudian dikirimkan ke aplikasi digital di ponsel pintar dan dianalisis menggunakan teknologi AI. Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat melihat peta sebaran kualitas tanah, memantau perubahan kondisi lahan dari waktu ke waktu, serta memperoleh rekomendasi perbaikan tanah untuk meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.
Sebelum dipamerkan di Bangkok, SoilPIN telah melalui serangkaian uji coba lapangan di kawasan pertanian Bandung, Jawa Barat, dan menunjukkan hasil yang menjanjikan.
Inovasi ini merupakan hasil kolaborasi tujuh pelajar dari berbagai sekolah di Indonesia, yakni Armand Muhammad Abdullah (British School Jakarta), Nazeer Omar Verico, Muhammad Argi Imrantama, Baraputra Nathan Ararya, dan Bryan Adrian Romeli (Mentari Intercultural School Jakarta), Shah Jehan Abhiraj Kamal (Mentari Intercultural School Bintaro), serta Kianu Adiara Anggun (Jakarta Intercultural School).
Dalam kompetisi IPITEx 2026, tim Indonesia diwakili langsung oleh lima anggota, yakni Armand, Omar, Argi, Nathan, dan Jehan.
Sebagai bentuk perlindungan kekayaan intelektual, inovasi SoilPIN telah terdaftar dan memperoleh Surat Pencatatan Ciptaan dari Kementerian Hukum Republik Indonesia dengan nomor EC002025172236, yang diterbitkan pada 5 November 2025.
Keberhasilan ini menambah daftar prestasi generasi muda Indonesia di bidang teknologi dan inovasi, sekaligus membuka harapan baru bagi pengembangan sektor pertanian nasional menuju sistem yang lebih efisien, modern, dan berkelanjutan.



















