Jakarta, SatuNasional.com – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar nonsubsidi dalam beberapa waktu terakhir mulai mengubah pola konsumsi masyarakat dalam memilih kendaraan. Konsumen kini tidak hanya mempertimbangkan performa, tetapi juga semakin fokus pada efisiensi serta total biaya kepemilikan.
Harga solar nonsubsidi seperti Dexlite dan Pertamina Dex yang telah menembus kisaran Rp23.000–Rp24.000 per liter mendorong sebagian konsumen untuk mengevaluasi ulang pilihan kendaraan, khususnya di segmen diesel.
Meski demikian, kendaraan diesel seperti Toyota Fortuner Diesel dan Toyota Innova Reborn Diesel tetap memiliki pasar yang kuat. Hal ini terutama didorong oleh kebutuhan operasional berat, perjalanan jarak jauh, serta penggunaan di area dengan kondisi jalan yang menantang.
Di sisi lain, model hybrid seperti Toyota Veloz Hybrid mulai menjadi alternatif bagi konsumen perkotaan yang menginginkan efisiensi bahan bakar tanpa mengorbankan kenyamanan dan performa.
Firdaus, Sales Konsultan Astrido Toyota menyampaikan dengan adanya kenaikan harga bbm, dirinya memandang para konsumen lebih berhitung.
“Kami melihat perubahan yang cukup jelas di lapangan. Konsumen sekarang lebih berhitung, bukan hanya harga mobil, tapi juga biaya harian. Hybrid menjadi salah satu opsi yang mulai banyak dipertimbangkan karena lebih stabil dari sisi konsumsi BBM.” ujar Firdaus kepada wartawan, Minggu (19/4/2026).
Namun demikian,menurut Firdaus, diesel masih tetap dibutuhkan, terutama untuk kebutuhan spesifik.
“Namun untuk penggunaan harian di perkotaan, tren mulai mengarah ke kendaraan yang lebih efisien dan fleksibel.” pungkasnya.
Dengan line-up yang lengkap, mulai dari bensin, diesel, hingga hybrid, Toyota optimistis tetap dapat memenuhi kebutuhan pasar yang semakin dinamis. (A)



















