JAKARTA – SATU NASIONAL.COM – Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon meresmikan Masjid Samudera Pasai yang berada di lingkungan Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Jumat (14/1/2026). Peresmian tersebut sekaligus menandai pelaksanaan salat Jumat perdana di kawasan museum setelah lebih dari dua abad Museum Nasional berdiri.
Bataviaasch Genootschap atau Museum Nasional Indonesia didirikan pada 1778. Artinya, kita melaksanakan salat Jumat pertama kali setelah 248 tahun. Semoga membawa keberkahan,” ujar Fadli Zon dalam sambutannya.
Ia menjelaskan penamaan Masjid Samudera Pasai merujuk pada Kerajaan Samudera Pasai sebagai kerajaan Islam pertama di Nusantara. Penamaan itu diharapkan merefleksikan keterhubungan antara sejarah, budaya, dan praktik keagamaan yang hidup di tengah masyarakat.
Fadli menegaskan pembangunan masjid merupakan bagian dari upaya peningkatan layanan publik Museum Nasional Indonesia, seiring dengan meningkatnya jumlah pengunjung dalam beberapa tahun terakhir.
Pada musim liburan, jumlah pengunjung Museum Nasional bisa mencapai lebih dari 10 ribu orang per hari, bahkan pernah mendekati 13 ribu pengunjung,” katanya.
Menurutnya, dengan tingginya angka kunjungan tersebut, keterbatasan ruang ibadah kerap menjadi kendala bagi pengunjung muslim yang ingin menunaikan salat. Kehadiran Masjid Samudera Pasai diharapkan dapat menjadi fasilitas ibadah yang layak dan nyaman bagi masyarakat.
Masjid Samudera Pasai dirancang sebagai bagian dari fasilitas umum museum yang mampu menampung jamaah dalam jumlah cukup besar, khususnya untuk pelaksanaan salat Jumat.
Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, masjid ini juga diharapkan memperkuat peran museum sebagai ruang publik yang inklusif.
Fadli turut menekankan pentingnya pengelolaan dan perawatan masjid secara berkelanjutan agar tetap selaras dengan nilai-nilai cagar budaya yang melekat pada Museum Nasional Indonesia.
Semoga masjid ini dirawat dengan baik dan dapat memudahkan pengunjung dalam melaksanakan ibadah saat berkunjung ke museum,” ujarnya.
Peresmian tersebut turut dihadiri Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Restu Gunawan; Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Ahmad Mahendra; Staf Khusus Menteri Bidang Protokoler dan Rumah Tangga Rachmanda Primayuda; serta Kepala Museum dan Cagar Budaya Indira Esti Nurjadin.
Dengan diresmikannya Masjid Samudera Pasai, Museum Nasional Indonesia kini tidak hanya berfungsi sebagai ruang pelestarian sejarah dan budaya, tetapi juga sebagai ruang publik yang ramah dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.



















